PADANG LAWAS – Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Padang Lawas melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) menggelar pelatihan pembuatan tahu dan tempe sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan, bertempat di Ponpes Ja’fariyah Hutaibus Kecamatan Lubuk Barumun, rabu (20/11/25),
LAKPESDAM menghadirkan Narasumber Muhammad Sorip Nasution Pengusaha Tahu dan Tempe dari Desa Aek lancat Kecamatan Lubuk Barumun,
Ketua PCNU Padang Lawas Drs.H.Syafaruddin Hasibuan MA melalui Wakil PCNU H.Pauzan Hamidy Hasibuan S.Ag, saat membuka acara pelatihan memberikan apresiasi atas inisiatif LAKPESDAM NU.
Ia berharap kegiatan ini mampu membentuk masyarakat yang produktif dan siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan, PC NU Padang Lawas selalu hadir untuk masyarakat, baik dalam aspek keagamaan maupun pemberdayaan ekonomi, katanya.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan yang saat ini di pesantren yang dinilai selaras dengan misi pesantren dalam membangun kemandirian santri dan masyarakat sekitar.
Pondok pesantren bukan hanya tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat, tegasnya.
Namun, dengan terselenggaranya pelatihan ini diharap mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Padang Lawas dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian pangan berbasis produksi tahu dan tempe”, ucap H.Pauzan Hamidy Hasibuan yang juga sebagai Ketua Badan Silaturahmi Pondok Pesantren Padang Lawas (BSPPL).
Sedang Ketua LAKPESDAM PCNU Padang Lawas, Amran Pulungan SE MSP, mengatakan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan salah satu fokus lembaga dalam menjawab tantangan ekonomi masyarakat.
Dikatakan kemandirian pangan sangat penting. Dengan pelatihan ini, kita ingin membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga, tegasnya.
Sementara Ketua Panitia pelaksana pelatihan, Sugianto Harahap, S.H.I, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan produksi pangan berbasis kearifan lokal, apalagi dengan berjalannya MBG di Padang Lawas..
Sehingga dianggap selaras dengan kegiatan ini, karena dalam program MBG diantara bahan pangan prioritas termasuk tahu dan tempe.
“Sebab tahu dan tempe merupakan pangan bernilai gizi tinggi dan mudah diolah. Maka melalui pelatihan ini, kita berharap pemberdayaan masyarakat secara ekonomi dan mandiri,” katanya.
Kegiatan hari ini diikuti 30 orang peserta dari Zona Kecamata Eks Barumun, terdiri dari Kecamatan Barumun, Barumun Baru, Dulu Barumun, Barumun Selatan, Lubuk Barumun, dan Sosopan.
(ASWIN)







