Mahasiswi STPK Matauli Lakukan Observasi Potensi Komoditas Kepiting Bakau di Desa Pargadungan, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PARGADUNGAN TAPANULI TENGAH – Dua mahasiswi dari Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli, Siti Ummu Hani dan Adittia Panggabean, melakukan observasi potensi komoditas kepiting bakau (Scylla spp.) di Desa Pargadungan, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program penguatan kapasitas akademik dan pengabdian masyarakat, dengan bimbingan langsung dari dosen pembimbing, Mhd. Latiful Khobir, S.Pi, M.Si. Sabtu (28/06/2025).

Observasi yang dilakukan selama beberapa hari tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi potensi budidaya dan tangkapan kepiting bakau di kawasan pesisir desa Pargadungan, yang dikenal memiliki ekosistem mangrove yang masih cukup baik. Menurut hasil sementara, kawasan ini menunjukkan peluang yang besar untuk pengembangan komoditas kepiting bakau sebagai sumber ekonomi alternatif masyarakat pesisir.

“Kami melihat banyak nelayan lokal yang sudah terbiasa menangkap kepiting bakau secara tradisional.

Namun belum ada upaya optimalisasi yang terstruktur, baik dari sisi budidaya maupun pengelolaan berkelanjutan,” ungkap Siti Ummu Hani di sela-sela kegiatan lapangan.

Adittia Panggabean menambahkan bahwa masyarakat sangat antusias dengan kegiatan observasi ini dan berharap ada pendampingan lanjutan.

“Kami ingin ke depan bisa membantu masyarakat memahami teknik budidaya sederhana, termasuk pembesaran kepiting dan konservasi habitat mangrove yang penting untuk siklus hidup kepiting,” ujarnya.

Mhd. Latiful Khobir, dosen pembimbing yang turut mendampingi mahasiswa di lapangan, menjelaskan bahwa observasi ini juga menjadi bagian dari riset awal yang nantinya akan direkomendasikan ke pemerintah daerah sebagai potensi pengembangan ekonomi biru di wilayah pesisir.

“Kepiting bakau merupakan komoditas ekspor bernilai tinggi. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” terang Latiful.

Pihak STPK Matauli menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan potensi daerah dan penguatan hubungan antara kampus dengan masyarakat pesisir.

Dengan hasil observasi ini, diharapkan akan terbuka jalan bagi program pelatihan, bantuan teknis, maupun pembentukan kelompok usaha masyarakat yang fokus pada kepiting bakau di Pargadungan.

oleh : Siti Ummu Hani dan Adittia Panggabean, Mahasiswa STPK Matauli Pandan Tapteng.

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan, PMA dan AFN Shalat Idul Fitri 1447 H Bersama Masyarakat
Babinsa Koramil 04/Rupat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sri Tanjung
Babinsa Koramil 04/Rupat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim
Babinsa Koramil 04/Rupat Lakukan Komsos di Desa Sukarjo Mesim
Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Warga Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim
Babinsa Koramil 04/Rupat Laksanakan Komsos di Desa Hutan Panjang
Patroli Mitigasi Siskamling di Batu Panjang Berlangsung Aman dan Kondusif
Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Warga Gelar Patroli Karhutla di Desa Pangkalan Nyirih

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:13 WIB

Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan, PMA dan AFN Shalat Idul Fitri 1447 H Bersama Masyarakat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:08 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sri Tanjung

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:04 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:01 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Lakukan Komsos di Desa Sukarjo Mesim

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:43 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Warga Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim

Berita Terbaru