DUMAI – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Dumai mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun anggaran 2025. Tidak tanggung-tanggung, instansi ini berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp8,9 triliun, melonjak drastis dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp1,57 triliun.
Capaian impresif ini dipaparkan langsung dalam acara Media Gathering & Coffee Morning yang digelar Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) di Aula Bea Cukai Dumai, Kamis (12/2/2026).
Dengan realisasi tersebut, Bea Cukai Dumai mencatatkan surplus sebesar Rp7,3 triliun atau setara dengan 569% dari target fiskal. Keberhasilan ini didominasi oleh performa tinggi di sektor ekspor yang menjadi motor utama penggerak ekonomi di wilayah pelabuhan sibuk Kota Dumai.
Humas Bea Cukai Dumai Dedi Husni, SE,M.M menjelaskan, kami menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui awak media atas capaian kinerja Bea Cukai Kota Dumai yang telah terealisasi dengan baik. Yakni Bea Cukai Dumai penghasil bea keluar nomor 1 di indonesia, dan dari sisi penindakan telah menyelamatkan secara hitungan ekonomi 1,27 juta jiwa diselamatkan dari bahaya narkotika.
”Ini adalah bentuk nyata kontribusi kita bagi kas negara, di mana komposisi penerimaan didorong kinerja ekspor menjadi faktor utama melampauinya target yang ditetapkan.
Melonjaknya penerimaan ini dipicu oleh aktivitas ekspor yang luar biasa di pesisir timur Riau, mulai dari kawasan Bukit Batu hingga Sungai Sembilan,” ungkap Dedi Husni di hadapan awak media.
Selain menjalankan fungsi revenue collector, Bea Cukai Dumai juga menunjukkan keahliannya dalam fungsi proteksi masyarakat (community protector).
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 151 tindakan pengawasan dilakukan di jalur laut yang dikenal padat dan rawan, dengan rincian:
• 81 Penindakan di bidang kepabeanan.
• 60 Penindakan di bidang cukai.
• 10 Penindakan narkotika (NPP).
Langkah tegas dalam memerangi narkotika memberikan dampak sosial yang masif.
Bea Cukai Dumai mengklaim telah menyelamatkan sedikitnya 1,27 juta jiwa generasi muda dari ancaman barang haram tersebut.
Secara ekonomi, keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba ini berpotensi menghemat biaya rehabilitasi kesehatan negara hingga Rp1,13 triliun.
Penegakan hukum pun dipastikan berjalan tuntas hingga status P-21 (berkas lengkap).
INTISARI CAPAIAN BEA CUKAI DUMAI 2025
• Fiskal: Realisasi Rp8,96 Triliun (Mencapai 569% dari target).
• Proteksi: Menyelamatkan 1,27 juta jiwa dari ancaman narkotika.
• Penegakan: 151 penindakan sukses dengan proses hukum tuntas (P-21).
• Pelayanan: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) stabil pada level “Sangat Baik”.
Dalam prestasi gemilangnya, Bea Cukai Dumai saat ini adanya tantangan besar di lapangan.
Pada tahun 2026 ini, kantor tersebut mengalami kekurangan personel hingga 40 orang dari standar analisis beban kerja.
Pihak Bea Cukai mengatakan akan pentingnya peran media sebagai kontrol sosial dan pembentuk persepsi publik yang positif.
“Dengan keterbatasan SDM, anggota kami harus bekerja ekstra keras untuk membendung barang ilegal seperti rokok tanpa pita cukai.
Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan sinergi dari rekan-rekan media, sehingga di 2026 dapat berprestasi kembali,” ungkapnya.
(Navolino)
redaksi : Feri Windria







