Kenalkan Kesenian Daerah Banyuwangi Di Tapanuli Tengah, Dosen STPK Matauli Inisiasi Pagelaran Seni Jaranan Buto

- Penulis

Selasa, 17 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


TAPANULI TENGAH –  
Kebudayaan merupakan suatu karya hasil pemikiran, kesepakatan, dan perbuatan manusia, karya tersebut bisa berbentuk cagar budaya atau objek pemajuan kebudayaan, dan salah satu bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan tersebut adalah Kesenian. Di Indonesia secara khusus, kesenian begitu banyak dan tersebar di berbagai daerah, salah satunya adalah kesenian daerah Jaranan Buto dari Banyuwangi, Jawa Timur. Kesenian Daerah yang ada di Indonesia diharapkan harus tetap lestari dan bertahan. Salah satu upaya dalam pelestarian kebudayaan tersebut adalah dengan cara memperkenalkannya kepada masyarakat walaupun asal kesenian tersebut jauh dari daerah asalnya.  

Hal tersebut yang kemudian dilakukan oleh Shofian Nanda Adiprayoga, seorang Dosen tetap Sekolah Tinggi Perikanan Dan Kelautan Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara  dengan didukung penuh oleh Balai Pelstarian Kebudayaan Wilayah II  melaksanakan Pagelaran kesenian khas Banyuwangi dengan tajuk Pagelaran Seni Jaranan Buto “Lestari Budaya Banyuwangi di Bumi Tapanuli. Pagelaran tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, (15/9/2024) di Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. 

Yoga sapaan akrab Shofian Nanda Adiprayoga dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan Pagelaran Kesenian Jaranan Buto ini dilaksanakan pada malam hari di rumah Ketua IKAWANGI Korwil Tapanuli Tengah dan kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Lurah setempat. 

Kegiatan pagelaran kesenian Jaranan Buto ini berlangsung mulai 👨👦👧👩👴👵 19.30 WIB hingga 23.30 WIB, bertempat di halaman rumah Bapak Rusminto yang merupakan Ketua Perkumpulan IKAWANGI (Ikatan Keluarga Banyuwangi) Korwil Tapanuli Tengah, kata Yoga. Kegiatan juga dibuka secara resmi oleh Lurah Bajamas, Bapak Iringan Rahmat P. Nazara, S.IP, MM, sambungnya.

Yoga yang juga merupakan alumni dari Universitas Pertahanan tersebut  menjelaskan terkait dengan apa itu kesenian Jaranan Buto dan apa tujuan dilaksanakan kegiatan pagelaran kesenian tersebut.

Jaranan buto merupakan kesenian tradisional / tari yang biasa diperankan atau dimainkan oleh 16-20 orang yang dibagi dalam delapan kelompok. Penampilan kesenian ini syarat akan unsur Magis dimana biasanya dibuka dengan prosesi adat tertentu menggunakan kemenyan dan tidak jarang para penari akan kerasukan roh halus yang menambah daya tarik dalam penampilannya, jelas Yoga.  Kemudian pementasan Jaranan Buto ini diiringi seperangkat gamelan yang terdiri dari dua bonang, dua gong berukuran besar dan kecil atau kempul, kecer, dan dua kepang. Atraksi juga menggunakan replika kuda kepang sebagai instrumen peragaan. Bentuknya kuda raksasa dari kulit lembu yang dipahat. Wajah raksasa ini kebanyakan berwarna merah menyala, dan kedua mata berukuran besar sedang melotot, lanjut Yoga. 

Sebagai informasi, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu titik lokasi penempatan program transmigrasi pada era presiden Soeharto yang berlangsung sejak tanggal 11 Maret 1966 hingga 20 Mei 1998. Kecamatan Sirandorung menjadi salah satu lokasi titik lokasi transmigrasi yang dimulai pada tahun 1983. Hal ini menjadikan kondisi sosial masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi heterogen. Akibatnya, Kecamatan ini kini memiliki lebih dari 70% masyarakat yang bersuku Jawa, salah satunya suku osing yang berasal dari Banyuwangi.

Perpindahan tempat tinggal bukan hanya membawa keberagaman suku, namun juga membawa budaya yang menjadikan keberagaman budaya lokal di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dengan menetapnya para masyarakat transmigrasi dari Banyuwangi tersebut juga membawa budaya dari daerah asalnya. Kecamatan Sirandorung dewasa ini juga dikenal sebagai “Kampung Jawa” di tanah melayu Sumatera Utara.

Bapak Rusminto selaku Korwil Ikatan Keluarga Banyuwangi Tapanuli Tengah juga turut menyampaikan tujuan utama pagelaran ini dilaksanakan dan pagelaran ini juga sebagai strategi ketahanan budaya Suku Osing terkhusus yang tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Kegiatan ini sengaja diinisiasi oleh salah satu anggota kami dengan tujuan untuk  menghidupkan kembali kebudayaan khas lokal masyarakat Osing Banyuwangi di Kabupaten Tapanuli Tengah, ucap Rusminto. Kemudian selain Pagelaran Kesenian Jaranan Buto, sekaligus juga kami buat perayaan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dengan ditambah kegiatan “Ndog-Ndogan” yang merupakan salah satu budaya yang rutin dilakukan masyarakat suku osing Banyuwangi dikala menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, sambungnya. 

Tujuan lain dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai strategi ketahanan budaya masyarakat suku osing di Kabupaten Tapanuli Tengah agar tetap lestari yang sudah ada pada kehidupan mereka secara turun temurun, lanjut Rusminto. 

Yoga selaku inisiator dan ketua pelaksana memyampaikan harapan atas terlaksananya kegiatan ini dan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang mendukung suksesnya pagelaran ini.

Pagelaran Kesenian Jaranan Buto yang dilaksanakan di Kecamatan Sirandorung,  Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat Kelurahan Bajamas secara khusus, ungkap Yoga.

Kami sampaikan rasa hormat dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Balai Pelastarian Kebudayaan Wilayah II atas dukungan pendanaan dan motivasi yang diberikan kepada kami. Selanjutnya kami juga sampaikan rasa  terimakasih kepada Bapak Lurah Bajamas yang telah membuka dan mendukung terlaksananya pagelaran ini, serta kami juga sampaikan rasa terimakasih kepada  masyarakat suku osing Banyuwangi yang ada di Kecamatan Sirandorung yang telah terlibat langsung mensukseskan pagelaran ini, lanjutnya. 

Semoga kerjasama kedepan dapat terus terjalin dengan baik dalam rangka upaya kita semua untuk melestarikan kebudayaan yang diharapkan akan berdampak kelestarian kebudayaan tersebut agar tidak tergerus dan hilang akibat kemajuan zaman, tutup Yoga dengan penuh harap.

(ASWIN)

Berita Terkait

Bupati Padang Lawas Terima Penghargaan UTC Award 2026 Kategori Madya
Luar Biasa, Polisi Dumai Berbagi Kasih, Bantu Seragam Kepada Warga Kurang Mampu di Dumai
Bareskrim Polri Limpahkan Laporan Polisi ke Polda Riau
Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla
Babinsa Koramil 04/Rupat Lakukan Pemantauan PMK Hewan di Desa Pancur Jaya
Babinsa Koramil 04/Rupat Lakukan Komsos
Patroli Mitigasi Siskamling TNI Bersama Ketua RT, Linmas, dan Pemuda Setempat di Wilayah Koramil 04/Rupat
Sat Lantas Polres Padang Lawas Gelar Razia Ops Keselamatan Toba 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:11 WIB

Bupati Padang Lawas Terima Penghargaan UTC Award 2026 Kategori Madya

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:08 WIB

Luar Biasa, Polisi Dumai Berbagi Kasih, Bantu Seragam Kepada Warga Kurang Mampu di Dumai

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:48 WIB

Bareskrim Polri Limpahkan Laporan Polisi ke Polda Riau

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:31 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:27 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Lakukan Pemantauan PMK Hewan di Desa Pancur Jaya

Berita Terbaru

Berita

Bareskrim Polri Limpahkan Laporan Polisi ke Polda Riau

Rabu, 4 Feb 2026 - 08:48 WIB