DUMAI – Kantor PDAM Dumai yang sempat dihebohkan dengan pemberitaan oleh beberapa Media Online terkait kinejanya kini redup dan menyusul gelombang aksi unjuk rasa.
Rencana aksi unjuk rasa GEMPA Dumai ke Kantor PDAM Dumai yang sebelumnya digembar- gemborkan akan digelar hari Kamis (05/03/2026), ternyata hanya menjadi cerita yang tertinggal di pemberitaan.
Saat media ini menyambangi lokasi, suasana Kantor PDAM Dumai begitu hening, tidak ada massa, tidak ada orasi, tidak ada spanduk, bahkan bayangan orang.
Padahal sesuai surat bernomer: 004/B/GMP-DMI/III/2026. Perihal : Pemberitahuan Aksi/Demonstarsi. Kepada Polres Dumai Cq Kasat Intelkam, pada tanggal 02 Maret 2026, Ternyata hanya omon omon belaka. Ada Apa?.
Aksi unjuk rasa damai yang rencananya di gelar di Jalan Jendral Sudirman Kantor BUMD PDAM Tirta Dumai Bersemai menguap entah ke mana. Konsep “turun ke jalan” rupanya berubah menjadi “batal”.
Seorang pegawai PDAM Dumai membenarkan bahwa aksi dibatalkan. “Iya, massanya cancel. Nggak tahu kenapa, saya juga nggak dapat pemberitahuan dari pihak perusahaan,” Ujarnya singkat.
Publik pun bertanya tanya dan penasaran, apakah semangat perjuangan GEMPA melempem atau rencana aksi memang lahir prematur tanpa kesiapan? yang jelas, tanggal (05/03/2026) PDAM Dumai tersenyum lega, atau karena tuntutan sudah terpenuhi dan memilih untuk tidak datang alias di batalkan.
Berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, demonstrasi adalah kegiatan satu orang atau lebih untuk mengungkapkan pikiran secara lisan, tulisan, atau bentuk lain yang bersifat demonstratif di tempat umum.
Pengamat Ekonomi dan Pembangunan, Muhammad Rian menjelaskan, Pembatalan aksi unjuk rasa mungkin kedua belah pihak sudah mediasi dan mendapat titik terang sehingga aksi unjak rasa di batalkan.
Muhammad Rian menjelaskan, Supaya tidak ada prasangka negatif ke kalayak publik, Ia menegaskan, hendaknya sebelum melaksanakan aksi unjuk rasa harus betul betul jelas arah dan tujuanya,” Tegasnya.
Lebih lanjut Muhammad Rian mengungkapkan, Jangan aksi unjuk rasa dijadikan kepentingan pribadi dan kelompok.” Sabungnya.
Penulis : Feri Windria







